BEKASI, — Divisi Bela Negara dan Keislaman Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) & Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bani Saleh sukses menyelenggarakan kegiatan Kajian Bulanan HIKMAH (Himpunan Kajian Mahasiswa) perdana.
Acara religi ini bertempat di Kampus A2 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bani Saleh pada Sabtu (26/09/2026) mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB.

Kajian Islam dengan mengusung tema “Hikmah Ibadah: Kenapa Kita Beribadah?”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bani Saleh serta tamu undangan dari mitra FIP.
Ketua Panitia Pelaksana, Dede Wina, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas sinergi seluruh panitia dan partisipasi aktif peserta sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan khidmat.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum HIMA PGSD & PG-PAUD, Zul Fahmi, dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan dari Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bani Saleh, Yuli Diah Saptorini, M.Pd., dalam sambutannya, Ibu Yuli Diah Saptorini menyatakan dukungan penuh pihak dekanat terhadap inisiatif mahasiswa. Beliau berharap kajian-kajian serupa dapat terus dihidupkan secara konsisten di lingkungan FIP guna membentuk karakter dan budaya Islami yang selaras dengan visi dan misi Fakultas Ilmu Pendidikan maupun Universitas Bani Saleh.

Pendalaman Materi: 4 Hak Allah atas Hamba
Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Muhammad Iqbal, M.M. dari Bidang Dakwah Yayasan Bani Saleh, dalam pemaparannya, beliau mengupas secara mendalam makna hakiki dari ibadah serta alasan mendasar mengapa seorang muslim diwajibkan beribadah kepada Sang Pencipta.
Ustadz Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa terdapat 4 Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala atas Setiap Hamba yang wajib dipenuhi berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah:
- Diibadahi dengan Ketauhidan Murni (Tidak Menysekutukan-Ny)
Hamba wajib mengesakan Allah dalam segala bentuk ibadah (menauhidkan-Nya) dan menjauhi perbuatan syirik sekecil apa pun, sebagaimana pesan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Mu’adz bin Jabal RA (HR. Bukhari dan Muslim). - Ditaati Perintah-Nya dan Dijauhi Larangan-Nya
Bentuk keimanan yang jujur adalah ketundukan untuk menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, sesuai firman Allah dalam QS. An-Nisa: 59. - Disyukuri Segala Nikmat-Nya dan Tidak Kufur
Hamba senantiasa mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah, mengagungkan-Nya dengan lidah, serta menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ibrahim: 7. - Diiingat dan Tidak Dilupakan
Allah berhak untuk senantiasa diingat oleh hamba-Nya dalam setiap keadaan, baik melalui zikir, doa, maupun senantiasa merasa diawasi (muraqabah), sesuai firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 152.
Kajian berlangsung komunikatif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif serta doa bersama. Diharapkan melalui kegiatan Kajian HIKMAH ini, para mahasiswa FIP Universitas Bani Saleh tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter moral yang kokoh.
Penulis/Redaksi:
Humas Universitas Bani Saleh





