Universitas Bani Saleh Gelar Kuliah Pakar FKF: Manajemen Stres, Burnout, dan Resiliensi Mahasiswa untuk Mendukung Prestasi Akademik

Bekasi, 02 Maret 2026 – Fakultas Kesehatan dan Farmasi (FKF) Universitas Bani Saleh menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Manajemen Stres, Burnout dan Resiliensi Mahasiswa untuk Mendukung Prestasi Akademik”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ananditya Sukma Dewi Utami, Sp.KJ, Subsp. A.R (K) dan dimoderatori oleh Yusrini, M.Kep., Sp.Kep.J.**

Acara ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan (Ners), D3 Keperawatan, dan S1 Farmasi, serta para dosen di lingkungan Fakultas Kesehatan dan Farmasi.


Sambutan Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi menyampaikan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala asyrofil ambiyaa-i wal mursalin, wa ‘alaa aalihi wa sohbihi ajma’iin, amma ba’du.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Hadirin yang saya hormati,
Narasumber Ibu dokter Ananditya Sukma Dewi Utami., SpKJ, SubSp A.R (K)
Wakil Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Ibu Apt. Iin Ruliana Rohenti
Ketua Jurusan Keperawatan dan Farmasi, Ns. Aty Nurillwaty, M.Kep., Sp.Kep.J
Koordinator Prodi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, dan D3 Keperawatan
Rekan-rekan sejawat dosen, dan mahasiswa keperawatan dan kesehatan yang saya banggakan,

Pertama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat rahmat-Nya pada siang ini kita dapat berkumpul di acara kuliah pakar dengan tema manajemen stres, burnout, dan resiliensi mahasiswa dalam mendukung prestasi akademik. Shalawat serta salam tak lupa kita ucapkan untuk Nabi Besar kita Muhammad SAW, semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir nanti.

Selamat datang kami ucapkan kepada narasumber kita, Ibu Dokter Ananditya, dari RS Soeharto Heerdjan. Terima kasih di sela-sela kesibukannya bersedia meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan Fakultas Kesehatan dan Farmasi. Saat ini FKF memiliki tiga program studi, yaitu S1 Keperawatan (Ners), Diploma Keperawatan, dan S1 Farmasi yang masing-masing telah terakreditasi Baik Sekali.

Kami mengangkat tema ini karena menyadari bahwa mahasiswa keperawatan dan kesehatan memiliki tantangan yang khas dan kompleks. Selain tuntutan akademik yang tinggi, mahasiswa juga dihadapkan pada praktik klinik, interaksi dengan pasien, beban emosional di lahan praktik, serta tanggung jawab moral sebagai calon tenaga kesehatan. Kondisi ini menjadikan mahasiswa rentan mengalami stres akademik dan burnout apabila tidak dibekali kemampuan pengelolaan diri yang memadai.

Manajemen stres menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa. Kemampuan ini membantu mahasiswa tetap fokus, mampu mengambil keputusan klinis dengan tepat, serta menjaga empati dan profesionalisme dalam memberikan asuhan. Stres yang tidak terkelola bukan hanya berdampak pada prestasi akademik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas pembelajaran klinik dan keselamatan pasien.

Fenomena burnout akademik dan klinik pada mahasiswa perlu menjadi perhatian bersama. Kelelahan fisik dan emosional, menurunnya motivasi belajar, serta munculnya sikap apatis dapat menghambat proses pembentukan kompetensi profesional. Oleh karena itu, dukungan dari institusi pendidikan, dosen pembimbing, preseptor klinik, serta teman sebaya sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan suportif.

Kami menyadari bahwa resiliensi merupakan modal utama bagi mahasiswa keperawatan dan farmasi. Mahasiswa yang resilien tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang tangguh, empatik, dan profesional. Saat ini kami telah menyediakan dosen pembimbing akademik serta lembaga bimbingan dan konseling sebagai wahana bagi mahasiswa untuk meningkatkan resiliensi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman dan keterampilan praktis dalam mengelola stres, mencegah burnout, dan menguatkan resiliensi. Dengan kesehatan mental yang terjaga, mahasiswa akan mampu mencapai prestasi akademik yang optimal serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di bidang pelayanan kesehatan.

Akhir kata, semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul secara kompetensi, kuat secara mental, dan berkarakter profesional.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Membangun Mahasiswa Tangguh dan Profesional

Melalui paparan materi dari dr. Ananditya, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai strategi praktis dalam mengenali tanda-tanda stres dan burnout, teknik pengelolaan emosi, serta penguatan resiliensi sebagai bekal menghadapi dinamika akademik dan praktik klinik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Bani Saleh dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas lulusan di bidang kesehatan dan farmasi. Diharapkan, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan profesionalisme tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.